Smart Card adalah kartu berbahan plastik atau sejenisnya dengan mikroprosesor yang ditanamkan pada kartu dan media penyimpanan yang besar untuk menyimpan program yang telah disediakan oleh perusahaan penerbit kartu tersebut. Struktur dari smart card telah dispesifikkan oleh standar internasional (ISO 7816) yaitu, kartu plastik ini harus memiliki dimensi 85,60mm x 53,98mm x 0,76mm, yang merupakan panjang, lebar, dan tebal dari kartu tersebut, selain itu kartu ini juga harus mampu menahan sejumlah tekanan udara tanpa mengalami kerusakan secara langsung. Sebuah printed circuit dan sebuah integrated circuit chip (microcontroller) ditanamkan pada kartu. Karena printed circuit dan integrated circuit ini tidak dapat mengatasi tekanan udara dengan baik maka chip yang dibuat haruslah memiliki ukuran yang sangat kecil. Printed circuit merupakan lempengan emas tipis yang menyediakan hubungan arus listrik dengan lingkungan luar dan juga melindungi chip dari tekanan yang bersifat mekanik dan melindungi dari listrik statis.
Smart card menyediakan keamanan yang lebih tinggi dibanding kartu magnetic stripe untuk berbagai penerapan. Kegunaan dari smart card didasarkan pada mobilitas dan keamanannya. Sama seperti kartu kredit kebanyakan, ketika printed circuit (lempengan emas) dimasukkan ke dalam card reader, lempengan ini akan menyediakan energi listrik untuk microprocessor yang terletak di dalam smart card, yang pada akhirnya smart card dapat menyimpan dan memproses informasi dengan menggunakan kunci kriptografi dan algoritma yang digunakan untuk melakukan enkripsi tertentu.

Smart card awalnya ditemukan pada tahun 1974 di Prancis, namun baru booming pada tahun 1998. Saat ini ada 2 jenis smart card yaitu Contact dan Contactless Smart Card. Hingga saat ini yang paling banyak digunakan adalah Contact Smart Card yang ada di SIM Card (Subscriber Identity Module – banyak digunakan pengguna telepon seluler).

Kegunaan mendasar dari dari Smart Card ini adalah sebagai media penyimpanan portable dan sebagai media penerima data, oleh sebab itu komponen pokok dari Smart Card adalah memory antara lain ROM = Read only memory (mask ROM), PROM = Programmable read only memory, EPROM = Erasable programmable ROM, EEPROM = Electrically erasable PROM, RAM = Random access memory. Kesemua memory tersebut diatas, kecuali RAM, bersifat non-volatile (data tidak hilang ketika daya dimatikan). Nah, sesuatu yang menjadikan Smart Card ini ‘SMART’ adalah adanya processor yang mampu melakukan proses terhadap data atau informasi yang diterima. Selain itu, dalam Smart Card juga terdapat Logika Keamanan (security logic) yang menjaga atau mengontrol akses ke memory sehingga memperkecil resiko penyalahgunaan memory oleh orang yang tidak berkepentingan.
bersambung…